Lantunan ayat-ayat suci Alquran dan kalimah toyibah menggema pada pagi yang cerah, di Aula MAN Kendal, Rabu 26 Februari 2020. Kalimat toyibah itu dilafalkan oleh 381 siswa-siswi kelas XII MAN Kendal Tahun

Pelajaran 2019/2020 dalam acara Sosialisasi Ujian Nasional dan Istighosah (doa bersama) untuk menghadapi Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UM-BK), Ujian Akhir Madrasah Berbasis Komputer (UAMBN-BK), dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UB-BK). Kegiatan di aula tersebut juga dihadiri bapak dan ibu guru, wali kelas XII, komite, dan undangan lainnya.

Rangkaian  pelaksanaan  istighosah  dan  doa  bersama,  diawali  dengan Tahtiman Alquran, dilanjutkan acara pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, sambutan-sambutan dan diakhiri doa bersama.

Kepala MAN Kendal yang diwakili Waka Kurikulum H. Maskur, S.Pd. menyampaikan, istighosah dan doa bersama ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan setiap akan menghadapi ujian akhir, sehingga diharapkan melalui istighosah dan doa bersama ini seluruh  peserta didiknya akan termotivasi untuk mengikuti UNBK dengan baik dan hasil yang maksimal.

Maskur juga menyatakan, berbagai upaya telah dilakukan sekolah untuk menyiapkan siswa kelas 12 menghadapi UMBK, UAMBNBK dan UNBK. Namun jika hanya ihtiar lahiriyah tanpa didukung dengan doa, merupakan suatu kesombongan, karena semua yang menentukan adalah Allah SWT.

“Dengan  usaha  dan  doa  bersama  yang  kita  lakukan,  semoga  semua keinginan  dan  cita-cita  siswa  dapat  terwujud, bisa  melanjutkan pendidikan  ke jenjang lebih tinggi,” tegas Maskur.

Istighosah dan doa bersama dipimpin langsung oleh KH M. Adib Anas Noer, pengasuh Pondok Pesantren Washilatul Huda  Taman Gede Gemuh Kab. Kendal. Kyai Adib sempat menyinggung dan prihatin dengan adanya kasus kekerasan siswa terhadap guru yang terjadi di daerah lain beberapa bulan terakhir. Berkaca pada pengalaman itu Kyai Adib berpesan kepada seluruh siswa agar selalu menghormati guru, karena guru adalah orang tua kedua setelah orang tua kandung.

“Seorang anak   tidak akan sukses tanpa restu orang tua dan tidak bisa menjadi seseorang tanpa bimbingan dari guru,” tuturnya berapi-api.

Tausiah yang disampaikan oleh Kyai Adib terhadap para calon lulusan MAN Kendal ini benar-benar mengenai   dan tepat sasaran. Diharapkan dengan tausiahnya, siswa dapat lebih mengerti akan pentingnya doa guna mengharapkan keridaan Allah SWT.

Dengan istighosah yang dilakukan kali ini bersama orang tua siswa dan guru semata-mata mencari pertolongan Allah dalam rangka menghadapi UM-BK yang akan dimulai pada 2 Maret 2020.  (Rofik).